Bagaimanakah Cara Membedakan Butanol dengan Dietil Eter di Laboratorium

Meidi Y

Pertanyaan: Bagaimanakah Cara Membedakan Butanol dengan Dietil Eter di Laboratorium

Jawaban:

Cara membedakan antara butanol dan dietil eter bisa kita lakukan dengan beberapa metode di laboratorium. Dua senyawa ini memiliki sifat fisikokimia yang berbeda, sehingga kita dapat memanfaatkan perbedaan tersebut untuk membedakan keduanya. Berikut ini adalah beberapa cara untuk membedakan butanol dan dietil eter:

  1. Pemeriksaan Bau (Aroma): Butanol memiliki bau yang khas dan kuat, sering dijelaskan sebagai bau seperti alkohol atau bau manis. Dietil eter memiliki bau yang lebih tajam dan menyengat.
  2. Pemeriksaan Indeks Bias (Refraktometer): Butanol memiliki indeks bias yang lebih tinggi dibandingkan dengan dietil eter.
  3. Uji Larutan Bromin dalam Air (Bromin Test): Butanol reaktif terhadap uji bromin dalam air, sementara dietil eter tidak bereaksi dengan bromin.
  4. Titik Didih: Butanol memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada dietil eter.
  5. Uji Pembakaran: Menggulungkan kertas dengan larutan butanol atau dietil eter dan membakarnya dapat membantu kita untuk membedakan keduanya. Butanol cenderung membakar dengan nyala yang kurang merah dan berlilin, sementara dietil eter cenderung menghasilkan nyala yang lebih biru dan terang.
  6. Spektroskopi Inframerah (IR): Teknik spektroskopi inframerah dapat digunakan untuk memeriksa ikatan kimia dalam senyawa. Butanol dan dietil eter memiliki pola pita-pita absorpsi yang berbeda dalam spektrum IR.
  7. Kromatografi Gas (GC): Kita dapat memisahkan campuran butanol dan dietil eter berdasarkan perbedaan waktu retensi di dalam kolom kromatografi gas.

Bagikan:

Tinggalkan komentar